Minggu, 07 April 2019

Beternak Ikan Koi

I. Pendahuluan


Ikan Koi ( Cyprinus Carpio ) termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper) yang hidup di air deras sehingga membutuhkan air yang jernih dan oksigen terlarut yang tinggi. Harga Koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna. Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 316 Masehi. Koi dengan keindahan warna dan tingkah laku seperti yang kita ketahui saat ini, mulai dikembangkan di Jepang 200 tahun yang lalu di pegunungan Niigata oleh petani Yamakoshi. Pemuliaan yang dilakukan bertahun-tahun menghasilkan garis keturunan yang menjadi standar penilaian koi. Beberapa varietas yang tersebar ke seluruh dunia digolongkan Asosiasi Koi Jepang (en Nippon Airinkai) menjadi 13 kelompok antara lain: Bekko, Utsurinomo, Asagi-Shusui, Goromo, Kawarimono, Ogon dan Hikari-moyomono. Sedangkan 5 golongan utama yaitu Kohaku, Sanke, Showa, Hirarinuji dan Kawarigoi. Ikan koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper).Harga koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna.Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 361 Masehi.Ikan Koi memiliki keindahan warna dan tingkah laku seperti yang sudah kita ketahui, mulai dikembangkan di Jepang 200 tahun yang lalu di pegunungan Niigata. 
II. Klasifikasi, Morfologi Dan Habitat
A. Klasifikasi Ikan Hias Koi
KINGDOM
: AMALIA
Filum
: Cordata
Sub-Filum
: Vertebrata
Class
: Osteichtyes
Ordo
: Cypriniformei
Family
: Cyprinidae
Genus
: Cyprinus
Spesies
: Cyprinus Carpio
B. Morfologi
  • Tubuh ikan koi berbentuk seperti torpedo dengan alat gerak berupa sirip.
  • Ikan ko memliki sirip yang lengkap yaitu sirip punggung, sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor.
  • Sirip pada koi terdiri atas jari-jari keras, jari-jari lunak, dan selaput sirip yang berfungsi sebagai alat gerak.
  • Sirip punggung memiliki 3 jari-jari keras dan 20 jari-jari lunak.
  • Sirip perut memiliki jari-jari lunak sebanyak 9 buah.
  • Sirip anus memiliki 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak.
  • Pada sisi pertengahan batang badan sampai batang ekor mempunyai gurat sisi yang berguna sebagai penerima getaran suara.
  • Garis ini terbentuk dari urat-urat yang ada di sebelah dalam sisik yang membayang hingga keluar
C. Habitat
Ikan koi hidup di perairan air tawar dengan iklim sedang. Koi dapat hidup pada suhu 8-30 °C, sehingga ikan koi dapat dipelihara pada daerah diseluruh Indonesia.
Pertumbuhan ikan koi tergantung pada suhu, air dan makanan. Ikan koi jantan akan kencapai dewasa kelamin pada umur 2 tahun sedangkan ikan koi betina dewasa kelamin pada umur 3 tahun.
Ada beberapa ciri khas pada ikan koi untuk membedakan antara jantan dan betina yaitu:

1. Perbedan bentuk badan. Koi jantan cenderung memiliki bentuk badan yang panjang dan kurus, sedangkan Koi betina memiliki bentuk badan yang lebih bulat.
2. Perbedaan pada bagian sirip. Sirip Koi Betina cenderung lebih besar tetapi memiliki warna yang lebih sedikit drngan ujung sirip yang lebih bulat. Sedangkan koi jantan memiliki sirip yang runcing pada bagian tepinya dan memiliki warna yang solid.
3. Bagian pipi koi jantan terdapat bintik-bintik putih, yang bisa dirasakan jika diraba terutama pada ikan dewasa
D. Syarat Hidup
Ø  suhu air berkisar 24-260 C,
Ø  pH 7,2-7,4 (agak basa), 
Ø  oksigen minimal 3-5 ppm, 
Ø  CO2 max 10 ppm, 
Ø  nitrit max 0,2. 
Ø  Air yang digunakan harus terdeklorinisasi/sudah disaring dan diendapkan 24 jam.
Ø  Air yang digunakan untuk pemijahan dan penetasan telur sebaiknya memiliki kandungan oksigen dan suhu yang stabil.
Ø  Untuk menjamin tersedianya oksigen dapat digunakan aerator
Ø  sedangkan suhu pada bak pemijahan diusahakan sama dengan suhu air kolam dengan tingkat perbedaan (fluktuasi) kurang dari 50 C.
III. Teknik Pembenihan Ikan Koi
A. Pembenihan Ikan
1. Persiapan Kolam
Ø  Kolam pemijahan tidak mungkin menjadi satu dengan kolam taman.
Ø   Kolam pemijahan harus mempunyai pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air tersendiri.
Ø  Selain itu, seluruh kolam harus diplester dan bisa dikeringkan dengan sempurna.
Ø  Luas kolam pemijahan bervariasi. Untuk kolam sempit dapat menggunakan kolam seluas 3-6 m2 dengan kedalaman 0,5 m.
Ø  Lokasi kolam cukup mendapatkan sinar matahari, tidak terlalu ribut, terlindung dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan lain.
Ø  Jika mungkin, sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih.
Ø  Kolam penetasan, bentuknya bisa persegi panjang atau bulat. Kalau kolam bulat, diameternya antara 1,5-2 m.
Ø  Satu kolam lagi jika ada, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang dipakai untuk lmensuplai pakan benih jika kuning telurnya telah habis.
Ø  Kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luas kolam antara 6-10 m2, cukup memadai
Ø  Bagi yang memiliki uang cukup, dinding kolam bisa dilapis vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.
2. Pemilihan Induk
Ø  Induk yang baik adalah yang memiliki pola warna bervariasi yang cerah simetris dengan bentuk tubuh seperti terpedo dengan berat badan minimal 1 kg.
Kebanyakan pembudidaya memilih untuk membeli koi berkualitas baik untuk calon induk dengan ukuran 5-8 cm yang harganya murah untuk dibesarkan menjadi induk
3. Pelaksanaan Pemijahan
Ø  Secara alami, carp memijah pada musim semi dan menjadi matang gonad dengan menaikkan suhu air.
Ø  Induk jantan dan betina ditempatkan dalam wadah terpisah (untuk menghindari bertelur yang tidak diinginkan) dan tidak diberi pakan selama beberapa hari. 
Ø  Koi dapat memijah secara alami dan buatan yaitu dengan rangsangan hormon yang disuntikkan pada tubuh induk betina untuk mempercepat proses pembuahan.
Ø  Penyuntikan Pituitary Gland (PG, nama dagang ovaprim) dengan dosis 0,2 mg/kg bobot ikan untuk satu kali penyuntikan. 
Ø  Ovulasi akan terjadi 10 jam setelah penyuntikan.
Ø  Sistem pemijahan tanpa pengurutan/stripping ini disebut pemijahan semi alami yang lebih aman karena tanpa melukai ikan.
Ø  Bila ikan sulit melakukan pemijahan alami sehingga perlu bantuan proses pembuahan buatan, maka dilakukan pengurutan telur dan sperma (stripping) yang merupakan pilihan terakhir. 
Ø  Induk betina dalam sekali pemijahan dapat menghasilkan 75.000 telur/kg berat badan.
Ø  Perbandingan jumlah induk dalam proses pemijahan adalah 2 betina dan 1 jantan.
Ø  Biasanya telur yang dikelurkan oleh induk betina menempel pada substrat (injuk) yang segera dibuahi oleh sperma jantan.
Ø  Setelah telur dibuahi sebaiknya dipisahkan dari induk, dengan memindahkan induk dari wadah pemijahan atau sebaliknya telur yang diangkat dan dipindahkan kedalam wadah penetasan. 
4. Penetasan telur
Ø  Telur yang sudah dibuahi akan menetas setelah 24-48 jam tergantung suhu.
Ø   Selama penetasan, kepadatan telur adalah 1 kg per 5 liter air.
Ø  Larva yang baru menetas belum memerlukan pakan selama 3-4 hari, karena masih mempunyai kantong kuning telur. 
5. Perawatan Larva
Ø  Menjelang kuning telur habis, perlu diberikan pakan alami berupa naupli artemia atau pakan alami lainnya yang seukuran.
Ø  Kemudian secara bertahap dapat diberikan pakan buatan berupa butiran kering(pellet).
Ø  Dalam 5 hari sesudahnya 1 juta larva memerlukan 7 kg artemia, atau sekitar 0,5-2 kg per hari.
Ø  Pada tahap ini larva ditebar pada kepadatan 20-40 larva/liter. Untuk menghasilkan 1 juta fingerling memerlukan sekitar 25kg telur artemia. Sintasan selama 9 hari adalah 50-80%. Ikan yang seberat 10 mg dapat dijual seharga US$ 0,25 atau sekitar Rp. 2.500,-. 
Ø  Larva yang berbobot 0,25 g diberikan pakan buatan (butiran) kering dan dapat didederkan ke kolam hingga ukuran fingerling (2 gram). 
6. Pendederan
Ø  Pendederan terbagi atas 2 tahap yaitu pendederan I selama 2 bulan pemeliharaan hingga larva mencapai ukuran fingerling (2-3 cm).
Ø  Pendederan II dilakukan dalam kolam yang diolah untuk menumbuhkan pakan alami dan dilakukan seleksi dan penjarangan (mengurangi kepadatan).
Ø   Penjarangan bertujuan untuk memberi ruang gerak yang cukup bagi ikan koi. Seleksi bertujuan untuk mendapatkan ikan Koi berkualitas baik. 
Ø  Waktu yang diperlukan dari telur hingga mencapai ukuran fingerling (2 gram) adalah 6-8 minggu dengan nilai sintasan (SR) 55%.
Ø  Sedangkan untuk mencapai ukuran 5-8 cm diperlukan waktu 4 bulan.
Ø  Kualitas ikan koi (pola dan warna) bergantung dari tetuanya.
Dari hasil seleksi ukuran fingerling, yang afkir mencapai 25-50%. Dari 1 juta telur dapat dihasilkan 225.000-338.000 ekor fingerling berkualitas baik (22–33 
Sumber :

Selasa, 19 Maret 2019

TEKNIS BUDIDAYA IKAN DISAWAH BERSAMA PADI

I. PENDAHULUAN
Mina Padi adalah usaha budidaya ikan di sawah yang dilakukan secara bersamaan dengan tanaman padi dalam suatu areal yang sama. Dengan kata lain sambil menyelam minum air, usaha padi lancar, budidaya ikan pun lancar.Salah satu optimalisasi potensi lahan sawah irigasi dan peningkatan pendapatan petani adalah dengan merekayasa lahan dengan teknologi tepat guna. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi pertanian dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi budidaya Mina Padi dengan sistim tanam jajarlegowo. Dengan adanya pemeliharaan ikan di persawahan selain dapat meningkatkan keragaan hasil pertanian dan pendapatan petani juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air juga dapat mengurangi hama penyakit pada tanaman padi.


Sistem usaha tani minapadi telah dikembangkan di Indonesia sejak satu abad yang lalu (Ardiwinata, 1987). Selain menyediakan pangan sumber karbohidrat, sistem ini juga menyediakan protein sehingga cukup baik untuk meningkatkan mutu makanan penduduk di pedesaan (Syamsiah et all. 1988).Dengan teknologi yang tepat, minapadi dapat memberi pendapatan yang cukup tinggi. Keuntungan yang didapat dari usahatani minapadi berupa peningkatan produksi padi dan ikan, mengurangi penggunaan pestisida, pupuk anorganik, penyiangan dan pengolahan tanah (Suriapermana, et all., 1994)
Rekayasa teknik tanam padi dengan cara tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1, berdasarkan hasil penelitian terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22%. Disamping itu sistem legowo yang memberikan ruang yang luas (lorong) sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi legowo). Hasil ikan yang diperoleh mampu menutup sebagian biaya usahatani, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani

II. KEUNTUNGAN MINAPADI
Minapadi yang merupakan integrasi antara pertanian dan budidaya ikan dalam satu lahan dapat meningkatkan omzet para petani sampai tiga kali lipat. Akan tetapi, tak banyak petani yang dengan mudah beralih ke mina padi. padi biasa (keuntungan) per 1.000 (meter) itu sampai 1,5 sampai 2 juta itu sudah bagus, untuk mina padi keuntungan 4—5 juta jadi sekitar 3 kali lipat,” secara ekonomi keuntungan petani dapat meningkat tergantung dari komoditasnya.
“Kalau dengan udang galah bisa besar lagi, bisa menghasilkan 1—2 ton per hektare dengan harga sekitar 90 ribu untuk size 40 sentimeter, bisa mencapai keuntungan 80—100 jutaan
Usahatani minapadi memiliki keunggulan antara lain secara tidak langsung telah menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Ikan membantu memakan binatang-binatang kecil yang merupakan hama tanaman padi (carnivora) dan juga gulma kecil pada lahan sawah.
Pada sore hari ketika ikan menggoyang-goyangkan tanaman padi, serangga yang hinggap pada padi akan terbang kemudian dimangsa oleh burung layang-layang; selain itu, dengan pemanfatan lahan secara tumpangsari dengan tanaman padi dan ikan di sawah, maka produktivitas lahan akan meningkat;
Keuntungan lainnya adalah dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan air. Pada kegiatan minapadi, kotoran ikan merupakan sumber pupuk organik bagi tanaman padi. Rendahnya pemakaian pupuk oleh petani karena adanya korelasi ekologis antara penanaman ikan dengan peningkatan kesuburan tanah. Kotoran ikan dan sisa makanan menjadi pupuk dan menghemat keperluan pupuk sekitar 20-30%;
Dengan menerapkan usaha minapadi juga mampu mengurangi pemakaian insektisida dan pertumbuhan rumput. Hal ini terjadi karena terciptanya hubungan yang harmonis antara padi, ikan, air, dan tanah. Minapadi dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja yang dicurahkan dalam pengelolaan minapadi terutama dalam pemupukan, penyemprotan, dan penyiangan.
Meningkatkan hasil setara padi dan distribusi pendapatan. Melalui minapadi, sumber pendapatan petani tidak hanya dari padi tetapi juga dari ikan yang bisa sering dipanen. Dengan demikian, minapadi selain memperkuat dan meningkatkan sumber dan besarnya pendapatan petani, sekaligus juga meingkatkan distribusi pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
MInapadi juga mendukung peningkatan ragam protein hewani, serta menyediakan lapangan kerja baru. Kegiatan minapadi akan menciptakan usaha baru seperti usaha pendederan bibit ikan, usaha pemasaran ikan dan juga pengolahan ikan.
Dari sisi lingkungan, minapadi mampu menekan Emisi Gas Metan. Dengan pola minapadi produksi gas metan yang dibuang dari sisa pemupukan berkurang. Gas metan yang dihasilkan dari minapadi hanya 57,3 kg/ha/musim, sementara monokultur padi menghasilkan gas metan 66,6 kg/ha/musim. Penurunan itu akan semakin nyata jika minapadi ditambah 2 ton/ha azolla, dimana gas metan yang dihasilkan hanya 45,0 kg/ha/musim.

III.TEKNIS BUDIDAYA MINAPADI
A. Pembuatan Parit/Caren
Parit dibuat sebelum pengolahan tanah terakhir (perataan tanah) lebar 40 - 45 cm dan kedalaman 25 - 30 cm. Pada titik persilangan dibuat kolam pengungsian ukuran 1x1 m dengan kedalaman 30 cm. Pada setiap pintu pemasukan dan pengeluaran air pada setiap petakan dipasang saringan kawat dan slat pengatur tinggi permukaan air menggunakan bambu. Parit berfungsi sebagai tempat penampungan air pada saat berlangsung pemeliharaan ikan, melindungi ikan dari kekeringan pada saat terjadi kebocoran, memudahkan panen ikan, sebagai tempat memberi makan ikan, memudahkan ikan bergerak keseluruh petakan. Lahan diolah dengan cara diluku/dibajak kemudian digaru. Setelah selesai, biarkan selama beberapa hari supaya mengendap terlebih dahulu
B.Perbaikan Konstruksi Kolam
Pematang merupakan alat pengaman budidaya ikan yang akan dilakukan,untuk itu harus dibuat sebelum minapadi dilaksanakan, an pematang harus cukup kuat, tidak mudah bocor, tidak mudah ambrol dengan ketunggian tertentu. Tinggi pematang dibuat miring setinggi 40-60 cm, lebar bagian bawah 60 cm dan lebar di bagian atas 40 cm. Setelah pematang dibuat, jangan lupa buat juga pintu air masuk dan pintu air keluar, serta bat kubangan atau carennya.
C. Penanaman Padi
Sistim tanam yang ideal diterpkan dalam Minapadi adalah sistim tanam jajar legowo baik itu legowo 2:1 atau 4:1. Pada jajar legowo 2:1, setiap dua barisan tanam terdapat lorong selebar 40 cm, jarak antar barisan 20 cm, tetapi jarak dalam barisan lebih rapat yaitu 10 cm. Pada jajar legowo 4:1. setiap empat barisan tanam terdapat lorong selebar 40 cm, jarak antar barisan 20 cm, jarak dalam barisan tengah 20 cm, tetapi jarak dalam barisan pinggir lebih rapat yaitu 10 cm. Untuk mengatur jarak tanam digunakan caplak ukuran mata 20 cm. Pada jajar legowo 2:1 dicaplak satu arah saja, sedangkan pada jajar legowo 4:1 dicaplak kearah memanjang dan memotong
D. Penebaran Ikan
Pemilihan Benih Ikan, Kondisi perairan pada lahan sawah mengandung resiko ekologis yang tinggi bagi usaha budidaya ikan yaitu fluktuasi pasok dan mutu air. Sehingga pada kegiatan ini perlu dilakukan pemilihan benih yang unggul yaitu tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit. 
Penebaran benih ikan dilakukan 30 hari setelah penanaman padi dengan tujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Jenis ikan yang dianjurkan adalah ikan yang berwarna gelap. Penebaran benih ikan dilakukan pada sore hari secara perlahan-lahan agar ikan tidak mengalami stress akibat perubahan lingkungan. Ukuran benih yang dianjurkan 5-8 cm dengan kepadatan 5.000 ekor/ha.
E. Pemeliharaan
Lama pemeliharaan ikan pada sistem minapadi tergantung pada ukuran benih dan besarnya ikan yang akan dipanen. Selama masa pemeliharaan ikan, ketersediaan pakan alami diupayakan selalu tersedia, oleh karena itu upaya penyuburan sawah dengan pupuk organik dapat dilakukan. Selain mengandalkan pakan alami pada masa pemeliharaan ikan ini juga dilakukan pemberian pakan tambahan berupa dedak halus 250 kg/ha diberikan secara disebar pada parit, pagi/sore hari. Lama pemeliharaan ikan 70-75 hari. 
a). Bibit ikan ditebar setelah tanaman padi berumur 14 hari (2 minggu). Untuk 1000 m2 lahan sawah diperlukan bibit ikan sebanyak 1200 – 1500 ekor bibit.
b). Melakukan pemeliharaan ikan yang meliputi pemberian pakan, pengelolaan air dan pengawasan
c). Pemberian pakan pelet ikan dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore. Pakan diberikan 2% dari total biomasa. Pakan sebaiknya dicampur dengan probiotik
d). Ketnggian air rata-rata 75 cm pada saluran dan kolam, sedangkan ketinggian air pada tanaman padi sekitar 30 cm.
f). Pintu masuk air dan pintu keluar air dipasang saringan. Periksa saringan sesering mungkin dan segera bersihkan jika kotor supaya air tidak meluap
g). Jangan melakukan penyemprotan tanaman padi menggunakan pestisida kimia karena bisa meracuni ikan-ikan yang ada
Pemeliharaan padi dilakukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya penyiangan, penyulaman tanaman padi yang mati dengan cara menyulam dari bibit yang telah disediakan dicadangkan, serta pemupukan.
F. Panen
Panen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan untuk memudahkan panen, keluarkan air dari pelataran sawah secara berangsur-angsur hingga air tersisa pada parit. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap dan dimasukkan kedalam tampungan.
Sedangkan pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti pemanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata

Sumber :
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-41481560



https://mitalom.com/tips-cara-budidaya-padi-dan-ikan-minapadi-serta-kelebihan-dan-keuntungannya/

Selasa, 05 Maret 2019

Prospek Pengembangan Ikan Patin Perkasa

I. PENDAHULAN
Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan yang sudah didomestikasikan sejak lama, ikan patin ini sangat banyak yang menyukainya dan juga sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Ikan patin ini sangat banyak di budidayakan dan di ternakan para petani. Selain itu, ikan patin ini juga memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi sehingga pengembangan semakin luas diberbagai daerah dan juga wilayah. Ikan patin juga digolongkan sebagai catfish karena perilaku yang dimilikinya. Ikan lain yang memiliki golongan yang sama (catfish) adalah ikan lele yang sering kita jumpai di pasaran. Kedua ikan tersebut merupakan ikan yang nocturnal atau aktif di malam hari. Jadi bila anda pernah melakukan budidaya ikan lele, maka tidak akan mengalami kesulitan untuk melakukan budidaya ikan patin ini. Yang membuat ikan patin lebih menguntungkan adalah nilai jual yang lebih baik dari ikan lele. Ikan patin ini memiliki postur tubuh yang panjang berwarna perak keputihan. Pada bagian punggung ikan berwarna kebiru-biruan agak gelap. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.2m, merupakan salah satu ikan air tawar berpostur besar. Namun untuk mencapai panjang maksimal akan memakan waktu yang lama, hingga akan kehilangan nilai ekonomis ikan. Umur ikan patin yang ideal untuk pasar Indonesia adalah sekitar 4 sampai 5 bulan dengan bobot sekitar 500 gram sampai 1 kg per ekor.

II. KLASIFIKASI, MORFOLOGI, HABITAT
A. Klasifikasi
Kingdom : Animalia ( hewan )
Filum : Chordata ( bertulang belakang )
Kelas : Pisces
Famili : Pangisidae
Genus : pangisius

Spesies : Pangisius Hypopthalamus, Pangisius jambal, Pangisius humeralis Pangisius lithostoma, Pangisius nasutus, Pangisius polyuranodon dan Pangisius niewenhuisii.
B. Morfologi
Ikan patin ini memiliki bentuk memanjang, berwarna putih perak dengan punggung bewarna kebiruan, ikan patin ini tidak memiliki sisik, dan memiliki kepala relatif jauh lebih kecil dibanding dengan bentuk tubuhnya. Selain itu, ikan patin ini juga dimanfaatkan dan digunakan untuk menambah asupan nutrisi tubuh dengan maksimal.
·         Memiliki kepala kecil dibandingkan dengan bentuk badannya
·         Bagian mulut kerucut melebar dan juga memiliki kumis halus.
·         Memiliki mata bulat berwarna kehitaman dan juga sirip dada dibagian samping.
·         Insang terletak pada bagian samping dekat dengan sirip dada.
·         Sirip punggung memanjang kebelakang dan memiliki penjang 1-2 cm
·         Sirip anak ini berbentuk sisir dibagian pangkal ujung runcing berwarna kekuningan dan perak

·         Sirip ekor berbentuk segitiga dibagian ujung pangkal bawah dan atas runcing
D. Keuntungan Ikan Patin
·         Memiliki nilai ekonomis relatif tinggi
·         Mudah dibudidaya dan diternakan
·         Manajemen pemeliharan tergolong mudah
·         Mudah beradaptasi dengan lingkungan

·         Memiliki nilai nutrisi dan kandungan vitamin tinggi
III. CARA BUDIDAYA 
A. Budidaya Kolam Terpal
Budidaya ikan menggunakan kolam terpal sudah popular diterapkan terutama pada jenis ikan lele. Lele kolam terpal bahkan menjadi andalan program di beberapa wilayah.Namun, tahukah anda jika kolam terpal juga bisa diterapkan untuk budidaya ikan patin? Secara prinsip, penggunaan kolam terpal untuk patin maupun ikan lele sama saja. Artinya, anda pun kini bisa mencoba budidaya kolam terpal yang mudah, hemat biaya dan sederhana tersebut.

Cara budidaya ikan patin menggunakan kolam terpal memiliki beberapa keunggulan, yaitu;
1.    1) Hemat Biaya
Biaya yang dibutuhkan untuk membangun kolam, baik kolam tanah, kolam semi permanen maupun permanen tidak sedikit.
Jika anda menggunakan terpal, maka tentu biayanya bisa ditekan lebih banyak. Anda cukup membeli terpal secukupnya sesuai ukuran kolam yang akan anda buat, beberapa batang bamboo untuk pagar, tali dan selang air.
2.    2) Mudah Pembuatannya
Kolam terpal lebih mudah pembuatannya. Anda bisa menyesuaikan dengan pekarangan yang anda miliki.
Cukup menyiapkan bambu sebagai pagar keliling kolam, lalu letakkan terpal hingga membentuk kolam. Ikat keempat sisinya agar kolam tidak tumpah atau terlipat saat diisi air. Terpal yang digunakan pilih dari terpal yang cukup kuat dan tebal.
3.    3)  Praktis
Kolam terpal memang tidak tahan lama, namun cukup tahan untuk beberapa kali musim panen. Asalkan perawatannya baik dan menghindari resiko kebocoran dengan tidak menggunakan peralatan yang tajam disekitar kolam. Kolam terpal mudah diganti, mudah dibersihkan dan gampang perawatannya. Selain itu juga fleksibel. Anda bisa menambah kolam kapan pun anda mau sejauh masih terdapat ruang. Nah, keunggulan diatas menarik bukan? Kini anda bisa mewujudkan hobi dan bisnis anda dalam budidaya ikan patin rumahan yang murah dan gampang. Anda tidak perlu lagi membeli ikan kegemaran anda di pasar, cukup memelihara di rumah dalam kolam terpal yang sederhana. Tetapi, ketika anda menggunakan kolam terpal, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan agar ikan tetap sehat dan kolam anda awet tak gampang rusak, yaitu; Setelah kolam terpal jadi dan diisi dengan air jangan buru-buru memasukan ikan patin anda ke dalamnya. Tunggulah setidaknya selama 1-2 minggu sampai PH airnya tidak asam. Air sumur atau air PAM mungkin mengandung keasaman yang kurang baik untuk ikan. Hal ini juga untuk menghindari racun yang mungkin masih menempel pada terpal. Selain itu, isilah air secara bertahap, jangan langsung penuh. Anda bisa memulainya dari setinggi 20 cm sampai kira-kira setengah terpal. Hal ini juga penting untuk mengecek apabila anda kebocoran atau desain yang kurang pas posisinya. Setelah diisi dengan benih ikan, pastikan untuk menjaga kolam tetap bersih tidak berlumpur. Patin tidak seperti lele yang menyukai kolam berlumpur atau keruh. Jadi sebaiknya anda rutin mengganti air agar ikan patin anda sehat.  Berikan pakan secukupnya sesuai kebutuhannya dan dengan cara yang tepat. Pemberian pakan yang berlebihan akan membuat kolam cepat kotor. Kadar protein dari pellet yang tidak termakan habis juga mengurangi kualitas air. Sering-seringlah mengecek kondisi terpal apabila air membludak saat hujan, atau kemungkinan bocor dan rusak. Jika anda tidak rutin mengawasi kolam terpal anda, hal-hal yang buruk seperti kolam rusak dan sebagainya akan sulit dihindari. Pastikan saluran pengairan yang mudah dan baik. Terutama jika anda membuat kolam di lingkungan perkampungan. Anda harus membuat system pembuangan air yang memadai agar tidak mengganggu tetangga Anda bisa membuat beberapa kolam untuk pembibitan, pembesaran, pemijahan dan sebagainya dengan kolam terpal. Bedanya hanya ukuran sesuai tingkat kebutuhan anda.Namun jika anda baru pemula, ada baiknya anda mencoba dulu budidaya ikan patin dengan system pembesaran. Anda bisa membeli bibit patin untuk dibesarkan. Sambil melihat peluang dan kondisi lingkungan sekitar apakah cocok atau sesuai untuk budidaya patin.
B. Budidaya Kolam Beton
Budidaya patin juga dapat dilakukan  menggunakan kolam tembok beton yang permanen dan tahan lama. Biaya investasi kolam dengan cara ini tergolong cukup tinggi. Karena itu, sebaiknya dilakukan untuk anda yang telah mencoba kolam terpal dan berhasil. Meskipun memiliki biaya yang lebih besar di awal, namun kolam tembok akan lebih tahan lama hingga bisa dikatakan cukup baik untuk investasi bisnis jangka panjang. Ada dua tipe kolam tembok beton yang dapat anda gunakan sebagai referensi membuat kolam. Tipe yang pertama adalah tipe kolam gali seperti kolam ikan pada umumnya. Tipe yang kedua adalah tipe kolam permukaan yang dibuat diatas tanah tanpa melakukan penggalian kolam. Kedua tipe ini memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan lokasi dibangunnya kolam. Untuk memilih kolam yang tepat sesuai kebutuhan, berikut sedikit ulasan yang mungkin dapat dijadikan referensi.
1.    Kolam Tembok Beton Tipe Tanam atau Gali
Kolam tipe tanam atau gali biasanya dibangun menyesuaikan sumber air yang digunakan. Tipe ini dibangun apabila menggunakan sumber air dari sungai yang letaknya lebih rendah dari permukaan lahan. Karena itu, penggalian diusahakan pada musim kemarau saat air sungai surut. Hal ini dilakukan agar batas air minimal untuk budidaya dapat terpenuhi. Selain itu, saat musim kemarau anda tidak perlu menyedot air dengan menggunakan pompa air mekanik.
2.    Kolam Tembok Beton Tipe Permukaan
Tipe ini biasanya dibangun pada areal lahan cadas berbatu atau lahan pekarangan yang telah dikeraskan. Hal itu terjadi karena akan lebih memakan biaya tinggi bila harus menggali lahan. Sumber air yang dapat digunakan adalah air sumur baik sumur bor maupun sumur gali. Tidak disarankan menggunakan air PAM, terutama didaerah perkotaan karena kandungan bahan kimia yang tinggi. Namun bila terpaksa digunakan anda bisa menetralisir air agar terbebas dari bahan kimia pembersih air. Keuntungan menggunakan kolam tembok beton adalah system pengairan yang mudah diatur antara air masuk dan air keluar. Hal tersebut akan memudahkan anda menguras air dan membuang air kolam pada saat panen. Endapan lumpur yang tidak disukai oleh ikan patin pun dapat anda deteksi dan buang dengan mudah. Dan karena konstruksi yang kuat, maka kemungkinan gagal panen karena kolam jebol dapat dinetralisir dengan maksimal. Karena sifatnya yang permanen, kolam tembok beton harus menggunakan desain dan perhitungan yang mantap dan sesuai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar terdapat kesesuaian antara investasi dan hasil yang akan diperoleh. Untuk membangun konstruksi kolam tembok beton, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Berikut ini beberapa ulasan mengenai konstruksi ideal yang bisa anda jadikan acuan membangun kolam ikan patin.
1.    1) Kedalaman Kolam
Ke dalam ideal untuk kolam ikan patin dengan masa panen 5 bulan adalah 1 hingga 1,5m. Karena itu usahakan membangun dengan kedalaman lebih dari 1m.
Kolam yang kurang dalam akan cenderung membuat ikan cepat stres sehingga mengganggu pertumbuhan ikan patin. Terutama untuk kolam yang dibangun dengan tipe permukaan. Untuk menghindari ikan melompat dan air kotor karena dahan masuk ke kolam, anda bisa menggunakan jaring atau paranet.
2.    2) Luas Kolam
Salah satu cara agar ikan patin dapat berkembang dengan baik adalah populasi yang ideal. Populasi yang pas untuk ikan patin agar bisa tumbuh dengan baik adalah 25 ekor per 1 meter kubik. Apabila anda memiliki kolam dengan ukuran 10 x 10x1 atau 100 m3,maka anda dapat memelihara ikan patin sebanyak 25x100 atau 2.500 ekor bibit ikan. Menambah bibit dengan kapasitas berlebih tidak akan meningkatkan hasil panen ikan yang anda lakukan.
3.    3)Saluran Air
Sirkulasi air salam budidaya ikan patin sangat penting karena ikan patin cocok hidup di air yang cukup jernih dan tanpa endapan. Karena itu, pembuatan saluran buangan harus dilakukan dengan baik, bisa membuat dua saluran pembuangan air dalam satu kolam tembok beton. Yang pertama digunakan untuk menguras air dan membuang endapan. Yang kedua digunakan untuk membuang kelebihan air apabila terjadi hujan lebat..Untuk pengairan pada kolam tembok beton sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan ikan patin. Pada awal memasukan bibit ikan yang masih kecil, kolam cukup digenangi setinggi 30-40 cm. Kemudian anda bisa menaikkan level air 10 cm per dua minggu hingga mencapai batas optimal antara 100 cm hingga 150 cm. Hal ini dilakukan agar ikan tidak terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk mengambil oksigen di permukaan air
3. Pemilihan Bibit
Budidaya ikan patin pembesaran sangat pas bagi anda yang belum terlalu mahir dalam melakukan budidaya ikan. Bibit yang digunakan sebaiknya menggunakan bibit yang sudah cukup besar berukuran 3 inch. Hal ini dilakukan karena bibit ukuran ini sudah memiliki daya tahan yang bagus hingga kemungkinan hidup akan tinggi. Dengan memilih bibit yang baik maka akan memiliki prospek keuntungan yang baik.
Selain bibit, pemberian pakan juga akan berpengaruh pada daya tahan dan pertumbuhan ikan. Untuk pembesaran ikan patin bulan pertama akan membutuhkan pakan khusus (pelet) dengan ukuran yang lebih kecil dan memiliki harga yang lebih tinggi. Untuk bulan berikutnya hingga panen, dapat menggunakan pellet apung yang bisa dibeli di toko atau pasar. Agar biaya pakan stabil, anda bisa menambahkan pakan alternative yang mudah di dapatkan di daerah anda. Bibit yang digunakan sebesar Bibit ikan 3 inch dengan harga Rp 500 per ekornya. Dengan kebutuhan bibit sebanyak 2.500 ekor, maka total biaya untuk membeli bibit sebesar Rp.1.250.000.
4. Teknik Pemberian Pakan
Makanan ikan patin adalah salah satu hal yang harus anda perhatikan pada budidaya ikan patin. Pemberian pakan yang tepat dan benar berpengaruh terhadap pertumbuhan berat, kualitas dan kesehatan ikan patin. Pemberian pakan juga berpengaruh terhadap biaya operasional yang akan anda keluarkan dalam budidaya ikan patin. Karena itu, manajemen pakan ikan patin harus direncanakan secara seksama. Untuk meningkatkan berat dan mempercepat pertumbuhan pada budidaya ikan patin, pemberian pellet setidaknya harus diberikan sekitar 4 kali dalam sehari. Pemberian pellet ini, sesuai dengan ukurannya, diberikan mulai benih ditebar hingga patin telah siap dipanen. Dosis pakan per 12500 ekor tebaran adalah 50 kg/bulan. Pada bulan kedua pakan yang disediakan adalah 150 kg, sementara pada bulan ketiga 300 kg. Setelah itu anda bisa mengurangi pellet dan menambahkan pakan alternative untuk menekan biaya. Makanan ikan patin sebagai alternative pellet pabrikan ada dua jenis. Pertama adalah pakan yang bisa dikonsumsi langsung seperti sisa makanan, limbah roti atau biscuit, ikan rucah dan sebagainya. Pemberian pakan jenis ini diberikan pada bulan keempat. Namun walaupun bisa diberikan secara langsung, ada hal syarat yang harus anda perhatikan yaitu pada ikan rucah singkirkan duri atau tulangnya terlebih dahulu. Pada makanan sisa, pastikan tidak pedas atau asam. Jenis pakan yang kedua adalah pakan yang anda buat sendiri, menjadi seperti pellet pabrikan. Bahan-bahan untuk pellet homemade ini mudah dan murah. Misalnya, ikan asin, bekatul, dedak halus, ampas singkong, ampas tahu dan daun papaya. Anda bisa menggunakan mesin pencacah atau menumbuk secara manual. Anda juga bisa memanfaatkan gilingan daging jika punya. Sebelum diberikan pada patin, adonan dari bahan diatas harus dijemur terlebih dahulu untuk menghilangkan kadar air.
Makanan ikan patin diatas bisa anda buat sekaligus dalam jumlah banyak sebagai cadangan makanan selama beberapa bulan. Asalkan tingkat kekeringannya sempurna dan penyimpanannya baik pellet tidak akan cepat rusak. Jangan ragu tentang kandungan gizinya, karena bahan-bahan seperti ampas tahu, ampas singkong, bekatul maupun ikan asin sangat baik dan kaya akan gizi. Pelet bikinan sendiri juga tentunya akan disukai oleh ikan patin yang anda budidayakan. Jenis pakan tambahan alternative mana yang akan anda pilih tentu disesuaikan dengan kemampuan dan lokasi anda. Apabila anda tinggal di wilayah yang mudah untuk mendapatkan bahan-bahan makanan sisa tentu harus dimanfaatkan. Demikian juga jika anda dekat dengan lokasi limbah ampas tahu dan sebagainya. Jika anda bisa membuat makanan ikan patin sendiri tentu akan sangat menghemat biaya budidaya ikan patin.
5. Panen
Pemeligaraan ikan patin dilaukan selama 7-8 bulan, samai mendapatkan ukuran sesuai permintaan pasar (1 kg isi 6-8 ekor). Pemanenan bisa dilakukan secara total atau secara selektuf sesuai ukuran. Panen dilakukan pada pagi hari saat suhu masih dingn sehingga ikan tidak mudah stres dan rusak.