Kamis, 29 November 2018

Ikan Gabus, Budidaya dan Prospek Pengembanganya

I.PENDAHULUAN
  Untuk memulai usaha budidaya ikan gabus, karena manfaat dalam kandungan ikan gabus untuk kesehatan sangat banyak sekali. Tapi seharusnya kamu pun tahu bagaimana ilmu untuk memelihara ikan gabus. Sebab ikan air tawar ini punya beberapa karakteristik. Seperti bersifat predator atau memangsa ikan-ikan yang lebih kecil. Termasuk juga serangga dan kodok tak luput disantapnya.biar usaha ikan gabus yang mau kamu lakukan itu bisa berhasil dan menghasilkan panen yang melimpah. Ikan gabus memiliki daya tahan yang tinggi untuk tetap hidup di berbagai lokasi. Bahkan, di kolam air limbah sekalipun, ikan gabus dapat hidup dengan baik dan produktif karena kaya dengan makanan (plankton). Daya tahannya yang tinggi untuk tetap hidup dalam situasi inilah yang menjadi salah satu nilai lebih dan daya tarik dari ikan gabus. Namun, jika memelihara ikan gabus sesuai dengan sifat hidupnya, maka hasil budidaya yang diperoleh tentu akan lebih baik
II. SYARAT TUMBUH
·daratan rendah yang pH airnya netral atau agak alkalis (pH rendah), yaitu antara 7-7,59
·daerah yang letaknya kurang 800 meter dari permukaan laut.

·tempat yang suhu optimum airnya antara 28-31oC.
III. PROSES BUDIDAYA
A. Persiapan Kolam
  1. Luas Kolam  50-200 m2 (plastik,beton,tanah)
  2. Pengeringan kolam untuk membasmi hama
  3. Pengapuran 50-100 gr /m2
  4. Pengisian air 80-100 cm
  5. Penumbuhan Plankton (5-7 har
  6. Pemupukan
B. Persiapan Induk
Kamu harus pilih indukan ikan gabus jantan dan betina yang berkualitas baik. Ada sejumlah ciri perbedaan ikan gabus jantan dan betina yang bisa kamu lihat langsung. Kalau ikan gabus jantan, bentuk kepalanya cenderung oval dengan warga tubuh lebih gelap, dan pada bagian lubang genital berwarna merah.

Sedang untuk ikan gabus betina, warna tubuhnya biasanya lebih terang dengan kepala yang berbentuk bulat. Untuk indukan gabus jantan yang ideal, pilihlah yang memiliki berat minimal 1 kg.
ciri-cirinduk ikan gabus

Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg
 

C. Persiapan Media penempel telur
Untuk memijahkan ikan ghabus, kita bisa menggunakan kolam biasa. Pemasukan ait tidak diperlukan sebab ikan gabus justru menghendaki air tenang. Pemasukan air hanya dimaksudkan untuk mengganti air yang bocor dan menguap. Di dalam kolam perlu diberi tumbuh-tunbuhan air yang mengapung. 
Tumbuh-tumbuhan diperlukan ikan gabus untuk menyimpan telur-telurnya. Setelah kolam siap, maka dasar kolam dikeringkan terlebih dahulu, dipupuk secukupnya dan dialiri air hingga mencapai kedalaman 50-75 cm. Di kolam (bisa juga sawah), sebaiknya ditanami tumbuh-tumbuhan air yang terapung sebagian, seperti perciliata dan eceng gondok. Air kolam sedapat mungkin jernih. Kedalaman kolam pemijahan antara 70-100 cm. Saat terjadi pemijahan, kolam hendaknya berair tenang.
D. Proses pemijahan

Kalau kamu sudah temukan indukan gabus jantan dan betina, proses selanjutanya yang perlu kamu lakukan adalah dengan melakukan pemijahan. Definisi pemijahan secara singkat adalah proses pelepasan telur dan sperma pada ikan yang menghasilkan pembuahan di sini kamu akan masukkan 30 indukan jantan dan 30 betina ke dalam bak supaya proses pemijahan ini terjadi. Untuk itu kamu perlu siapkan tempatnya supaya proses pemijahan ini berlangsung sukses. Kamu bisa buat bak beton dengan ukuran 7 x 4 x 2 meter.Biarkan supaya bak beton ini kering lebih dulu sekitar 5 hari. Kemudian bak beton kamu isi dengan volume air sampai 50 cm dengan membiarkan air mengalir ketika proses pemijahan berlangsung. Lalu kamu juga bisa tutupi kolam dengan tanaman enceng gondok supaya bisa membantu terjadinya eksitasi pemijahan.Jika proses pembuahan sukses dan ikan gabus betina pun mulai bertelur, kamu bisa bawa dengan memakai sekupnet yang halus. Lalu biarkan telur menetas secara alami.Nah, penting kamu tahu untuk rajin mengontrol kolam ikan tiap hari. Sebab indukan betina bisa menghasilkan sampai 10 ribu-11 ribu butir telur.
E.Penetasan telur

Supaya kamu mudah untuk mengontrol kondisi telur, sebaiknya proses penetasan telur diproses di akuarium. Untuk itu, kamu perlu akuarium ukuran 65 x 45 x 45 cm. Kalau akuarium ini masih baru, sebaiknya tunggu dulu supaya kondisinya benar-benar kering selama 2 hari. Baru setelah itu, kamu boleh isi dengan air dengan ketinggian 40 cm. Pasang juga pemanas air supaya suhunya bisa mencapai 28 °C.
Untuk proses penetasan telur ikan gabus ini, kamu bisa masukkan telur ikan ± 4-6 butir per cm² dan biarkan sampai menetas. Biasanya, telur ikan gabus ini perlu waktu sekitar 24 jam untuk bisa menetas.Setelah larva ikan gabus ini menetas, kamu tak perlu terburu-buru memberinya makan. Biarkan dulu selama dua hari. Sebab mereka ini masih memiliki cadangan makanan.
F. Perawatan Larva

larva ikan gabus yang berumur dari 2 hari sampai kemudian 15 hari perlu kamu letakkkan di akuarium dengan kepadatan 5 larva per 1 liter air. Untuk makanan larva ikan gabus ini bisa kamu beri makan seperti nauplii Artemia, dengan jatah makan 3 kali dalam sehari.Lalu kalau larva ikan gabus sudah menginjak usia 5 hari, boleh kamu beri makanan tambahan seperti daphnia sebanyak 3x sehari.Penting juga kamu harus jaga kualitas air di akuarium. Supaya harapan hidup larva ikan gabus ini semakin tinggi. Jika dirasa air akuarium sudah kotor, kamu bisa ganti airnya separuhnya.
G. Pembesaran Ikan Gabus
G.1. Persiapan Kolam Pembesaran

Untuk proses pembesaran ikan gabus ini, kamu perlu kolam khusus. Misalnya, kamu bisa buat dari kolam dinding beton yang berlantai tanah. Kamu bisa buat kolam ikan gabus dengan ukuran sekitar 2 sampai 5 meter.Kalau kamu baru buat, keringkan lebih dulu sekitar seminggu. Lalu pada bagian dasar kolam, kamu perlu ratakan tanahnya. Tabur tanah yang berasal dari kotoran hewan dengan tebal kira-kira 30 cm. Lalu taburkan juga pupuk kapur dolomid secara merata ke permukaan kolam yang sudah dikasih kompos.Tunggu selama 3 hari supaya pupuk kapur larut dalam tanah. Fungsinya nanti sebagai penghasil pakan alami bagi ikan gabus. Karena dengan medium ini, makhluk seperti plankton, kutu air dan lumut gampang hidup. Jadi nantinya bisa menjadi sumber makanan bagi ikan.Jika kolam air sudah siap, kamu bisa isi dengan air kira-kira tingginya 50 cm – 100 cm. Lalu biarkan air selama 1 minggu tidak dialirkan.
Kalau kolam ikan sudah siap digunakan, kamu bisa masukkan benih ikan gabus yang umurnya 2 minggu. Perlu diingat, kalau seminggu sebelum benih ikan gabus ini dimasukkan, kamu perlu biarkan agar air kolam tidak dialirkan selama seminggu.

Lalu kamu bisa pilih waktu penebaran benih ikan gabus pada pagi hari. Setelah itu, biarkan dulu bibit ikan gabus ini tidak diberi makan selama sekitar 2 hari. Baru setelah dua hari di kolam, kamu boleh berikan makanan berupa 2 kg tepung pellet
G.2. {emberian Pakan
Selain diberi pakan pelet, kamu bisa juga berikan makanan tambahan seperti anakan rayap, ikan teri, dan sisa daging ampas dapur. Idealnya makanan ikan gabus ini mengandung lemak 15 persen, protein 15 persen dan karbohidrat 10 persen

sumber 
https://satujam.com/budidaya-ikan-gabus/

Anoni    m. 2010. Teknik Budidaya Ikan Gabus. http://www.flobamor.com/ forum/hewan-dan-tumbuhan/44941-%5Bebook%5D-teknik-budidaya-ikan-gabus.html. 6 Oktober 2010.

Kordi,    M Gufron. 2010. Panduan Lengkap Memlihara Ikan Air Tawar di Kolam Terpal. Lily Publisher, Yogyakarta.

Suhae     ni, Neni. 2007. Petunjuk Praktis Memelihara Gabus. Nuansa Komp, Jakarta.
http://aoelicious.blogspot.com/2012/02/budidaya-ikan-gabus-channa-striata.htm

Gabus, Prospek Dan Cara Budidayanya

PENDAHULUAN
IKAN GABUS adalah salah satu jenis ikan air tawar yang bersifat karnivora (pemakan daging) yang banyak terdapat diperairan Asia Tenggara. Ikan air tawar yang memiliki nama ilmiah (Channa striata) ini belum banyak diketahui tentang sejarah dan sifat biologisnya. Anakan ikan gabus memiliki peampilan yang eksotis sehingga bayak dipelihara di aquarium sebagai ikan hias. Sedangkan ikan gabus dewasa dikenal sebagai ikan konsumsi yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak disukai masyarakat Indonesia. Ikan gabus biasanya dijual dalam keadaan segar maupun ikan olahan. Ikan yang dianggap hama bagi ikan budidaya ini kini mulai dilirik untuk dikembangkan secara komersial. Di Indonesia, ikan gabus dikenal dengan berbagai nama daerah (nama lokal), diantaranya yaitu kutuk, gabus (Jawa), kocolan (Betawi), haruan, aruan (Banjarmasin, Bajnarnegara), bayong, licingan (Banyumas), bogo (Sidoarjo), rajong (Sunda), deluk, kuto (Jawa, Madura), spunkat (Palembang), bace (Aceh), bado (Gaju). Di malaysia, ikan gabus dikenal dengan nama aruan, haruan, gabus.


KLASIFIKASI
Kingdom
:
Animalia
Filum
:
Chordata
Kelas
:
Actinopterygii
Ordo
:
Perciformes
Familia
:
Channidae
Genus
:
Channa
Spesies
:
Channa striata
Sinonim
:
Ophiocephalus wrahl (Lacepede. 1801: 552)
Ophiocephalus wrahl(Hamilton. 1822: 60; 367)
Ophiocephalus chena(Hamilton. 1822: 62; 367)
Ophiocephalus planiceps(Cuvier. 1831: 424)
Ophiocephalus sowarah(Bleeker. 1845)
Ophiocephalus vagus(Peters. 1868: 260)
Ophiocephalus philippinus(Peters. 1868: 262)
MORFOLOGI
Tubuh ikan gabus bagian atas umumnya berwarna coklat sampai hitam dan tubuh bagian bawah (bagian perut) berwarna coklat muda sampai keputih-putihan. Bentuk kepala agak pipih seperti kepala ular dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Bentuk kepalanya yang seperti ular inilah yang membuat ikan gabus di juluki sebagai “snake head“.

Sisi atas tubuh ikan gabus dari kepa sampai ekor umumnya berwarna gelap, hitam kecoklatan atau kehijauan. Bagian bawah tubuh ikan gabus mulai dari bawah wulut sampai ekor berwarna putih. Bagian samping tubuh ikan gabus bercoret tebal (striata, bercoret-coret) agak kabur, warna tersebut seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Ikan gabus memiliki mulut yang besar dan bergigi tajam. Sirip punggung ikan gabus memanjang dengan sirip ekor membulat di bagian ujungnya.
BIOLOGI
Ikan gabus (Channa striata) memiliki pola pertumbuhan allometrik atau pertambahan bobot lebih cepat daripada pertambahan panjang badan, hal ini berkaitan dengan sifat agresifnya dalam mencari makan. Ikan karnivora ini memangsa ikan-ikan kecil/anak ikan, serangga, insekta air, berudu, kodok/katak dan berbagai hewan air. Ikan gabus memiliki kemampuan bernafas langsung dari udara dengan menggunakan semacam organ labirin yaitu divertikula yang terletak di bagian atas insang sehingga mampu menghirup udara dari atmosfir. Sebagaimana ikan-ikan yang mempunyai labirin, ikan gabus mampu bertahan dalam kondisi perairan rawa dengan kandungan oksigen terlarut rendah dan pH berkisar 4,5–6. Dalam proses pemijahan spesies ini memiliki kebiasaan membangun sarang berbusa di antara vegetasi di lingkungan hidupnya. Djajadireja et al., (1977) dalam Muflikhah (2007) menyatakan bahwa ikan gabus membuat sarang yang berbentuk busa di sekitar tanaman air di rawa dan perairan dangkal dengan arus lemah. Busa tersebut berbentuk semacam lingkaran yang berfungsi sebagai area pemijahan dan untuk melindungi telur yang telah dibuahi.
HABITAT
Ikan gabus menghuni kawasan perairan air tawar Asia hingga Afrika. Channa adalah jenis ikan air tawar dengan 30 spesies yang tersebar di kedua wilayah tersebut. Di kawasan Asia, ikan gabus tersebar dari Afganistan, Pakistan bagian barat, Nepal bagian selatan, India, Bangladesh, Srilangka, Myanmar, Indo-China, Cina, Jepang, Taiwan, Philipina, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Asia Tenggara merupakan pusat penyebaran ikan gabus terbesar dengan 10 spesies di dalamnya. Lima spesies tersebar di singapura, malaysia, dan Indonesia antara lain Channa micropeltes, Channa striata, Channa lucius, Channa melasoma, dan Channa gachua. Beberapa spesies Channa yang tersebar di Malaysia, Singapura, Sumatera, Kalimantan (Borneo) antara lain Channa sp. (Scopoli, 1777), Channa bankanensis (Bleeker, 1852), Channa gachua (Hamilton-Buchanan, 1822), Channa lucius (Cuvier & Valenciennes, 1831), Channa marulioides (Bleeker, 1851), Channa melanoptera (Bleeker, 1855), Channa melasoma (Bleeker, 1851), Channa micropeltes Cuvier & Valenciennes, 1831), Channa pleurophthalma (Bleeker, 1851), dan Channa striata (Bloch, 1793).
Habitat Ikan Gabus
Ikan gabus terdapat pada perairan yang dangkal, seperti sungai dan rawa dengan kedalaman 40 cm dan menyukai tempat yang gelap, berlumpur, berarus tenang, ataupun wilayah bebatuan untuk bersenbunyi. Ikan gabus juga sering didapati di danau, saluran air atau sawah. Ikan gabus termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai penyebaran yang luas, dan secara alami dapat hidup di danau, sungai, rawa air tawar, dan sawah dan benih ikan gabus banyak ditemukan di daerah perairan yang banyak rerumputan atau tanaman air dan belukar yang terendam air.
PROSPEK PENGEMBANGAN IKAN GABUS
Ikan lain juga dikenal sebagai sumber protein yang baik untuk tubuh, namun ikan gabus dikenal memiliki jenis kandungan gizi yang lebih tinggi. yaitu :  25,5%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikan bandeng (20,0%), ikan mas (16,0%), ikan kakap (20,0%), maupun ikan sarden (21,1%). Hebatnya, ikan gabus ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting bagi tubuh manusia. Albumin diperlukan tubuh manusia, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicoba untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti kanker,stroke, gagal ginjal, diabetes mellitus hingga pengobatan pasca operasi. Kekurangan albumin dalam tubuh manusia (hypoalbumin) menyebabkan nutrisi tidak bisa diedarkan dengan baik ke seluruh tubuh. Bagi anak, kekurangan albumin akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan otak yang tidak maksimal, penurunan kekebalan tubuh hingga menyebabkan anak mudah sakit. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Prof. Nurpudji dari Universitas Hasanuddin, Makassar, pemberian 2 kg ikan gabus masak setiap hari kepada pasien pasca operasi akan meningkatkan albumin mereka menjadi normal. Pemberian ekstrak ikan gabus selama 10-14 hari menunjukkan peningkatan albumin hingga 0,6 hingga 0,8 g/dl. Kandungan albumin plus mineral zinc (Zn) dalam tubuh ikan gabus yang sebesar 1,7412 mg/100 g daging inilah yang membantu proses penyembuhan luka lebih cepat.
CARA BUDIDAYA
1. Persiapan Wadah
Tempat budidaya ikan gabus ini bisa dilakukan di kolam terpal, tanah atau beton. sesuai kemampuan. 
2. Pemilihan Induk
Pilih indukan ikan gabus jantan dan betina yang berkualitas baik. Ada sejumlah ciri perbedaan ikan gabus jantan dan betina yang bisa kamu lihat langsung. Kalau ikan gabus jantan, bentuk kepalanya cenderung oval dengan warga tubuh lebih gelap, dan pada bagian lubang genital berwarna merah.Sedang untuk ikan gabus betina, warna tubuhnya biasanya lebih terang dengan kepala yang berbentuk bulat. Untuk indukan gabus jantan yang ideal, pilihlah yang memiliki berat minimal 1 kg.
3. Pemijahan Ikan
Proses selanjutanya yang perlu dilakukan adalah melakukan pemijahan, yaitu proses pelepasan telur dan sperma pada ikan yang menghasilkan pembuahan. Masukkan 30 indukan jantan dan 30 betina ke dalam bak supaya proses pemijahan ini terjadi. Untuk itu kamu perlu siapkan tempatnya supaya proses pemijahan ini berlangsung sukses. Kolam bisa buat bak beton dengan ukuran 7 x 4 x 2 meter. Biarkan supaya bak beton ini kering lebih dulu sekitar 5 hari. Kemudian bak beton kamu isi dengan volume air sampai 50 cm dengan membiarkan air mengalir ketika proses pemijahan berlangsung. Lalu kamu juga bisa tutupi kolam dengan tanaman enceng gondok supaya bisa membantu terjadinya eksitasi pemijahan. Jika proses pembuahan sukses dan ikan gabus betina pun mulai bertelur, kamu bisa bawa dengan memakai sekupnet yang halus. Lalu biarkan telur menetas secara alami. Nah, penting kamu tahu untuk rajin mengontrol kolam ikan tiap hari. Sebab indukan betina bisa menghasilkan sampai 10 ribu-11 ribu butir telur.
4. Penetasan Telur
Supaya mudah untuk mengontrol kondisi telur, sebaiknya proses penetasan telur dilakukan di akuarium. Untuk itu, kamu perlu akuarium ukuran 65 x 45 x 45 cm. Kalau akuarium ini masih baru, sebaiknya tunggu dulu supaya kondisinya benar-benar kering selama 2 hari. Baru setelah itu, kamu boleh isi dengan air dengan ketinggian 40 cm. Pasang juga pemanas air supaya suhunya bisa mencapai 28 °C. Untuk proses penetasan telur ikan gabus ini, masukkan telur ikan ± 4-6 butir per cm² dan biarkan sampai menetas. Biasanya, telur ikan gabus ini perlu waktu sekitar 24 jam untuk bisa menetas. Setelah larva ikan gabus ini menetas, tidak perlu terburu-buru memberinya makan. Biarkan dulu selama dua hari sebab masih memiliki cadangan makanan.
5. Perawatan Larva
larva ikan gabus yang berumur dari 2 hari sampai kemudian 15 hari perlu kamu letakkkan di akuarium dengan kepadatan 5 larva per 1 liter air. Untuk makanan larva ikan gabus ini bisa kamu beri makan seperti nauplii Artemia, dengan jatah makan 3 kali dalam sehari.
Lalu kalau larva ikan gabus sudah menginjak usia 5 hari, boleh kamu beri makanan tambahan seperti daphnia sebanyak 3x sehari.

Jaga kualitas air di akuarium supaya harapan hidup larva ikan gabus ini semakin tinggi. Jika dirasa air akuarium sudah kotor, air segera diganti maksimal separuhnya.
5. Pembesaran
Untuk proses pembesaran ikan gabus ini, kamu perlu kolam khusus, bisa terbuat dari kolam dinding beton yang berlantai tanah dengan ukuran sekitar 2 sampai 5 meter. Untuk baru perlu dikeringkan lebih dulu selama seminggu. Lalu pada bagian dasar kolam, kamu perlu ratakan tanahnya. Tabur tanah yang berasal dari kotoran hewan dengan tebal kira-kira 30 cm. Lalu taburkan juga pupuk kapur dolomid secara merata ke permukaan kolam yang sudah dikasih kompos. Tunggu selama 3 hari supaya pupuk kapur larut dalam tanah. Fungsinya nanti sebagai penghasil pakan alami bagi ikan gabus. Karena dengan medium ini, makhluk seperti plankton, kutu air dan lumut gampang hidup. Jadi nantinya bisa menjadi sumber makanan bagi ikan. Jika kolam air sudah siap, kamu bisa isi dengan air kira-kira tingginya 50 cm – 100 cm. Lalu biarkan air selama 1 minggu tidak dialirkan.
SUMBER

Media Akuakultur, 2009
http://www.mongabay.co.id/2015/03/18/manfaat-ikan-gabus-sumber-protein-tinggi-penyembuh-penyakit/


Selasa, 27 November 2018

HAMA DAN PENYAKIT IKAN

PENDAHULUAN
Penyakit terjadi karena adanya interaksi antara lingkungan, kondisi ikan, serta jasad penyakit. Penyakit akan terjadi jika lingkungan kondisinya sangat jelek, kondisi ikan sedang tidak prima/kurang sehat, serta mikroorganisme berkembang.


HAMA
Hama yang biasanya menganggu ikan gurami adalah ikan liar pemangsa seperti gabus (Ophiocephalus striatur BI), belut (Monopterus albus Zueiw), lele (Clarias batrachus L) dan lain-lain. Musuh lainnya adalah biawak (Varanus salvator Dour), kura-kura (Tryonix cartilagineus Bodd), katak (Rana spec), ular dan bermacam-macam jenis burung. Beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain.
Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukan air dipasangi serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk dalam kolam.
PENYAKIT

Gangguan penyakit dapat berupa penyakit non parasiter dan penyakit parasiter. Gangguan penyakit dapat lebih mudah menyerang ikan gurami pada saat musim kemarau dimana suhu menjadi lebih lebih dingin.
Penyakit non parasiter adalah penyakit yang timbul bukan karena serangan parasit, tapi biasanya bersumber dari faktor lingkungan fisika dan kimia air dan makanan. Penyakit ini bisa berupa pencemaran air karena adanya gas beracun seperti asam belerang atau amoniak, kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturanan. Untuk mengetahui gangguan yang dialami oleh ikan yang dipelihara dapat diketahui dari pengamatan terhadap ikan. Bila ada gas beracun dalam air, ikan biasanya lebih suka berenang pada permukaan air untuk mencari udara segar.
Penyakit parasiter diakibatkan parasit. Parasit adalah hewan atau tumbuh-tumbuhan yang berada pada tubuh, insang, maupun lendir inangnya dan mengambil manfaat dari inang tersebut. Parasit dapat berupa udang renik, protozoa, cacing, bakteri, virus, jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya. Berdasarkan letak penyerangannya parasit dibagi menjadi dua kelompok yaitu ektoparasit yang menempel pada bagian luar tubuh ikan dan endoparasit yang berada dalam tubuh ikan.

Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit parasiter adalah sebagai berikut :
o    Penyakit pada kulit : Pada bagian tertentu kulit berwarna merah, terutama pada bagian dada, perut dan pangkal sirip. Warna ikan menjadi pucat dan tubuhnya berlendir.
o    Penyakit pada insang : Tutup insang mengembang, lembaran insang menjadi pucat, kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu.

o    Penyakit pada organ dalam : Perut ikan membengkak, sisik berdiri. Kadang-kadang sebaiknya perut menjadi amat kurus, ikan menjadi lemah dan mudah ditangkap.
Penyakit Argulus Indicus atau kutu ikan
Penyakit ini disebabkan oleh parasit Argulus Indicusyang sumber penularannya adalah udang renik. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama fish lae atau kutu ikan. Kutu ini akan menempel dan menggigit mangsa sehingga berdarah. Penularannya adalah melalui air dan melalui kontak langsung dengan ikan lain, biasanya penyakit ini sering muncul pada kolam ikan yang kualitas airnya buruk.
Cara penyembuhannya adalah dengan merendam ikanyang sakit ke dalam air garam 10 -15 g/liter selama 15 menit. Sebaiknya untuk menghindari ikan tertular kembali, anda menambahkan larutan garam 10 – 15 g/m2 untuk membunuh kutu air.
Penyakit Dactylogyrus dan gryodactylus
Dua nama ini adalah sejenis cacing parasit yang tumbuh berkembang dikarenakan kualitas air yang buruk, pakan ikan yang kurang atau kepadatan kolam yang terlalu penuh. JenisDactylogyrus menyerang insang ikan, gejalanya adalah menurunnya nafsu makan dan ikan gurami sering terlihat berbaring dengan dengan posisi insang yang terbuka, sedang jenis Gyrodactylus menyerang bagian sirip ikan.
Cara perawatannya adalah dengan memperbaiki kualitas air yang berada di kolam dengan menggantinya dengan air yang baru, dan menambahkan garam sebanyak kira2 40 gram/m2. Jika penyakit sudah sangat parah anda bisa merendam ikan dalam larutan garam selama 1 malam.
Mata Belo
Gejala awal serangan penyakit ini adalah ikan menjadi kurang aktif, malas, nafsu makan berkurang dan ikan sering ke atas permukaan air. Disusul dengan bola mata yang membengkak dan akhirnya ikan ini menjadi buta dan mati. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis cacing.
Cara pengobatannya adalah dengan menghentikan pasokan air selama 24 jam, lalu masukkan garam sebanyak 1kg/m2 , besok harinya air dikuras dan diganti dengan air yang baru.
Jamur
Pada tubuh ikan gurami yang terinfeksi jamur akan muncul benang – benang berwarna krem seperti kapas, biasanya pada kulit tubuh yang terluka. Jenis jamur yang menyerang ikan gurami adalah Saprolegnia dan Achyla. Jamur ini akan menyebabkan ikan menjadi lemah karena kurang makan, sehingga bisa memicu penyakit lain muncul.
Cara penyembuhannya adalah dengan memberikan garam ke dalam kolam dengan jumlah 400g/m2 selama 24 jam untuk kemudian diganti besok harinya, selain garam bisa juga dipakai malachyte oxalatesebanyak 1 mg/l air selama 12 jam. Bisa juga menggunakan larutan formalin 200 ppm selama 2 jam.
Bakteri
Jenis bakteri yang menyerang ikan gurami adalah bakteriAeromonas sp, dan Pseudomonas sp. Gejala yang muncul yaitu terdapat luka berdarah tubuh, perut membesar, lendir mencair , sisik mengelupas dan muncul borok ditubuhnya. Dalam jangka waktu dekat ikan akan melemah, mengambang di permukaan air dan akhirnya mati.
Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan dalam larutan oxytetracycline 2 – 5 mg/l selama 24 jam, dan tindakan ini dilakukan berulang 3 kali. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam ikan yang terinfeksi bateri dengan larutan matachite green oxalat 0,5mg/l selama satu jam , selang 1 jam kemudian deberi umpan makanan yang lebih dahulu diberi kandungan oxcytetracycline 60mg/kg pakan, dan diulang selama 7 hari berturut – turut.
Bercak Putih ( White Spot )
Jenis penyaki ini desebabkan oleh parasit yang bernama Ichthyophtbyrius. Ciri – ciri ikan yang terkena penyakit white spot yakni munculnya bercak – bercak putih pada bagian kulit. Biasanya ikan yang terkena serangan white spot akan menggosokkan badannya pada lingkungan di sekitarnya, serta mulut ikan gurami tampak kembang kempis seperti kekurangan oksigen.
Cara perawatan dari penyakit ini adalah dengan merendam ikan guramidengan ke dalam air yang diberi larutan formalin sebanyak 25 mg/l. dan di tambahkan malachine green oxalat sebanyak 0,2 mg/l selama 24 jam.
Parasit
Salah satu parasit yang sering menyerang ikan gurami adalah Argulus indicus yang tergolong Crustacea tingkat rendah yang hidup sebagai ektoparasit, berbentuk oval atau membundar dan berwarna kuning bening. Parasit ini menempel pada sisik atau sirip dan dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya akan menimbulkan infeksi. Selanjutnya infeksi ini dapat menyebabkan patah sirip atau cacar. Parasit lainnya adalah bakteri Aeromonas hdyrophyla, Pseudomonas, dan cacing Thematoda yang berasal dari siput-siput kecil.
Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat dan memindahkan ikan ke dalam kolam lain dan melakukan penjemuran kolam yang terjangkit penyakit selama beberapa hari agar parasit mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset. Sementara pengobatan bagi ikan-ikan yang penyakitnya lebih berat dapat menggunakan bahan kimia seperti Kalium Permanagat (PK), neguvon dan garam dapur.
Selain penggunaan bahan kimia tersebut di atas, petani di daerah Banyumas menggunakan laun lambesar (Chromolaena odorata (L), RM King & H. Robinson ) sebagai antibiotik. Daun lambesan dimasukkan ke dalam kolam sebelum ikan di tebar yaitu pada saat pengolahan kolam. Banyaknya daun lambesan yang dipakai adalah 1 pikul (yaitu kurang lebih 50 kg) untuk luas tanah 25 m2. Penggunaan daun ini adalah 1 untuk 1 masa tanam.
Penggunaan obat-obatan kimia untuk ikan konsumsi tidak dilanjutkan mengingat dampak yang tidak baik kepada konsumen. Kalaupun diberikan obat-obatan tidak boleh langsung di jual kepada konsumen akhir. Penggunaan obat-obatan pada ikan konsumsi juga sebaliknya tidak diberikan apabila ikan hendak diekspor. Besarnya ikan-ikan konsumsi yang mati dibuang.
http://www.bibitikan.net/mengenal-hama-dan-penyakit-pada-budidaya-gurame-serta-cara-penanggulangannya/

Probotik, Manfaat dan Cara Membuatnya

PENDAHULUAN
Budidaya ikan di kolam maupun di tambak memberikan keuntungan yang menggiurkan (besar) namun juga berisiko tinggi.  Potensi yang menggiurkan bagi para pembudidaya telah memacu pengelolaan kolam/tambak dengan kepadatan tebar benih yang tinggi, pemberian pakan yang intensif, dan penggunaan berbagai macam bahan kimia untuk mengendalikan hama penyakit ikan.  Hal tersebut tentu akan berakibat pada jumlah limbah yang dihasilkan serta pergeseran keseimbangan ekosistem meningkat ke arah yang merugikan sehingga budidaya ikan justru mengalami banyak masalah kendala yang berujung kepada kerugian atau gagal panen.  Penyebab utama kegagalan tersebut antara lain serangan penyakit, factor eksternal, dan akibat adanya senyawa-senyawa toksis seperti H2S, NH3, Nitrit dan lainnya.
Proses biologis dalam ekosistem budidaya ikan merupakan kunci utama dalam pengelolaan budidaya ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.  Rancangan teknologi dapat diarahkan untuk menciptakan kondisi ekologis kolam atau tambak yang menguntungkan kesehatan ikan dan kolam serta menghilangkan senyawa yang bersifat toksis melalui proses biologis (bioremidiasi) dan memanfaatkan berbagai mikroba yang menguntungkan untuk meningkatkan kesehatan ekosistem kolam/tambak.
Probiotik adalah mikroba yang menguntungkan bagi ikan yang dibudidayakan.  Mikroba itu antara lain bakteri asam laktat seperti Lactobacillus, Carnobacterium, beberapa kelompok Bacillus, dan Pseudomonas. Probiotik adalah nutrisi yang seperti halnya antibiotik, bekerja secara spesifik dan khusus.Namun mikro-organisme dalam probiotik sangat rentan terhadap kondisi situasi fisika dan kimia di dalam saluran pencernaan hewan inang dan kondisi perairan.  Lingkungan yang tidak cocok akan membunuh mikro-organisme dalam probiotik sehingga tidak memungkinkan untuk berkompetisi dengan pathogen.  Oleh karena itu kapasitas spesies mikro-organisme yang digunakan sebagai probiotik apakah dalam bentuk tunggal atau campuran menjadi faktor yang menentukan keampuhan probiotik.



FUNGSI DAN PERAN PROBIIOTK
Bakteri berfungsi menguraikan sisa pakan, senyawa organic dari pakan yang terlarut, dan kotoran ikan.Sampah-sampah itu dapat mengotori air dan menjadi tempat tumbuh bakteri pathogen, jamur atau mikroba jahat, dan menyebabkan ikan mudah terserang penyakit.
Sifat probiotik dari bakteri yang menguntungkan bagi ikan juga dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat (pathogen).  Dengan probiotik, maka ikan menjadi lebih sehat, bisa membantu proses penyembuhan ikan yang sakit, dan menjaga kualitas air sehingga tidak keruh ataupun berbusa.  Jadi, peran probiotik sebagai control biologis pada system budidaya adalah :

  • Menekan pertumbuhan bakteri jahat (pathogen);
  • Mempercepat degradasi bahan organic dan limbah;
  • Meningkatkan ketersediaan nutrisi esensial;
  • Meningkatkan aktivitas mikro-organisme yang menguntungkan;
  • Memfiksasi nitrogen;
  • Mengurangi pupuk dan pestisida.
Adapun peranan probiotik dalam budidaya ikan adalah :

  1. Menekan populasi mikroba jahat yang berada dalam saluran pencernaan dengan cara berkompetisi untuk menempati ruang (tempat menempel) dan kesempatan mendapatkan nutrisi;
  2. Menghasilkan senyawa anti-mikroba yang secara langsung akan menekan pertumbuhan miroba jahat dan mencegah terbentuknya kolonisasi mikroba jahat dalam system pencernaan hewan inang;
  3. Menghasilkan senyawa yang bersifat immunostimulan yaitu meningkatkan system imun ikan (hewan inang) dalam menghadapi serangan penyakit dengan cara meningkatkan kadar antibody dan aktivitas makrofag, misalnya lipo polisakarida, glikan dan peptidoglikan;
  4. Menghasilkan senyawa vitamin yang bermanfaat bagi hewan inang (yang diberikan probiotik) dan secara tidak langsung akan menaikkan nilai nutrisi pakan.
MANFAAT PROBIOTIK
Probiotik adalah mikro-organisme hidup yang dapat memberikan keuntungan bagi inangnya.  Dengan kata lain ikan yang diberi probiotik akan lebih baik dalam fungsi fisiologisnya karena ada bakteri baik yang sengaja dihinggapkan pada ikan.  Begitulah antara lain manfaat dari penggunaan probiotik  pada budidaya ikan. Mari kita lihat manfaat-manfaat lainnya berikut ini :
1.      Pencegahan dan pengobatan penyakit.
Probiotik dalam budidaya ikan diterapkan dalam pakan dan campuran pada media air.Untuk pakan, probiotik di pakai dengan dicampurkan ke bahan pakan.  Sedangkan untuk media air, probiotik disebarkan ke dalam air kolam atau tambak.
Penerapan probiotik sangat penting untuk pencegahan atau penyembuhan penyakit pada ikan.  Bandingkan dengan penggunan antibiotic yang berlebihan (melebihi dosis) yang hanya akan menimbulkan resistensi pada bakteri jahat.  Artinya bakteri jahat tidak dapat diatasi oleh antibiotik
      2. Ketersediaan Pakan
Pengelolaan budidaya ikan pada dasarnya adalah usaha menciptakan ekosistem atau lingkungan kolam yang sesuai bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan.  Untuk mencapai hal tersebut diperlukan :
·         Manajemen rantai makanan;
  • Manajemen plankton;
  • Manajemen kualitas air;
·         Manajemen senyawa-senyawa toksis;
Penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti probiotik merupakan alternatif dalam meningkatkan dan mempertahankan produktivitas ikan dengan biaya yang relatif murah.  Dengan adanya probiotik maka proses degradasi bahan organik di dasar kolam atau tambak ikan akan lancer, sehingga menghasilkan zat-zat yang bermanfaat bagi pertumbuhan plankton.
Bahan organik yang mengalami mineralisasi oleh probiotik diubah menjadi bahan anorganik seperti nitrat dan pospat.Bahan organik ini dapat digunakan secara langsung oleh fitoplankton di dalam air untuk kelangsungan hidupnya.

Fitoplankton adalah makanan bagi zooplankton sehingga jumlahnya melimpah.Hal ini menyebabkan perairan di kolam atau tambak ikan menjadi subur.Zooplankton adalah pakan alami bagi sebagian besar larva ikan sehingga ketersediaan pakan alami bagi ikan pun tetap terjaga. 
3.  Meningkatkan Produktivitas Budidaya
Para pembudidaya ikan sering kali harus melakukan panen secara bertahap.  Alasannya, ukuran ikan saat ditebar sama tetapi pertumbuhannya berbeda-beda.  Oleh karena itu beberapa upaya dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan ukuran yang seragam sehingga efisiensi produksi budidaya ikan pun menjadi lebih baik.
Beberapa pembudidaya ikan berusaha memberikan makanan berprotein tinggi dan makanan alami seperti keong, bekicot, dan lain-lain.Namun pemberian pakan alami kerap terhambat karena tidak praktis.Dalam hal inilah pemberian probiotik perlu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikan yang dibudidayakan.
Probiotik memang bisa menjadi solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas ikan budidaya.  Probiotik bisa membuat panen lebih cepat dan tingkat kelulusan hidup ikan pun semakin tinggi,
Probiotik dapat dicampurkan dengan pakan.Campuran probiotik dan pakan (pellet) membuat metabolisme dan pencernaan ikan menjadi sempurna.  Sekitar 90% pakan yang masuk ke tubuh ikan akan menjadi daging.
Pada usaha budidaya ikan, pemberian probiotik terbukti bisa menekan perkembangan bakteri jahat di lingkungan perairan yang menurunkan produktivitas.Hasil riset di Thailand dan Jepang sejak 10 tahun silam membuktikan hal tersebut.  Pemakaian probiotik pada budidaya nila Tilapia nilotica  menurunkan angka kematian ikan sebesar 5,2 %.  Hal itu diimbangi pula dengan peningkatan bobot tubuh sebesar 46,3% dari sebelumnya 9,6 % pada budidaya intensif.
Jelaslah bahwa dengan penggunaan probiotik, maka pertumbuhan ikan berlangsung secara cepat sehingga dapat segera di panen.Ikan yang siap panen pun seragam dan tidak bau lumpur atau tanah.
     4.  Memperbaiki lingkungan
Ada sejumlah tantang yang dihadapi pembudidaya ikan, bahkan tantangan itu dinamis dan tidak mudah, yaitu :
  • Mempertahankan ekosistem kolam/tambak agar tetap sehat.
  • Meningkatkan dan mempertahankan tingkat produktivitas.
  • Kompetisi dalam merebut pasar international.
  • Pasar menginginkan kolam/tambak yang dikelola dengan ramah lingkungan
  • Penolakan terhadap produk yang menggunakan berbagai bahan kimia dan antibiotik untuk mengendalikan penyakit udang.
Keberlanjutan budidaya ikan sangat tergantung pada pengelolaan ekosistem yang ramah lingkungan.Produk yang ramah lingkungan memang menjadi isu penting terutama bagi komoditas bernilai ekspor seperti udang vannamei.  Itulah sebabnya probiotik harus digunakan karena penggunaan antibiotic hanya akan meninggalkan residu berbahaya.  Probiotik juga dapat memperbaiki kondisi lingkungan lewat proses bioremediasi sehingga menguntungkan ikan budidaya. 
Dari berbagai riset, probiotik terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan meningkatkan pertumbuhan ikan.  Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stress dan penyakit.  Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik itu merangsang nafsu makan.
Ada sejumlah produk probiotik yang bisa dimanfaatkan untuk menggamburkan dasar kolam sekaligus memelihara kualitas air, misalnya Nature atau Super Plankton.  Probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.
Probiotik juga ibarat benteng pertahanan diri.Jadi sebaiknya probiotik diberikan sejak dini.Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton.Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya.
Jadi, probiotik memang harus difungsikan menjadi semacam imunisasi.  Jika diberikan lebih awal, maka efeknya akan lebih bagus.  Jangan menunggu kondisi kolam jelek dan ikan stress atau terserang penyakit.  Pemberian probiotik secara teratur akan menghasilkan ikan yang lebih bagus.(fishprog, 2015)
  
CARA MEMBUAT PROBIOTIK
Cara membuat probiotik ini dibuat berdasarkan pengalaman dari proses lapang selama ini. Bahwa disekitar kita alam telah menyediakan sumber yang sangat murah untuk memenuhi kebutuhan pupuk atau Probiotik untuk budidaya. Saya coba membuat daftar bahan-bahan dan cara membuat Biang Probiotik yang super murahnya:
BAHAN:
·  500 gram tetes /gula tebu
·  250 gram trasi
·  2 kg dedak/ bekatul yang halus
·  2 kg rumen sapi
·  2 liter air cucian beras
·  Air bersih 20 liter ALAT:
·  Kompor
·  Panci
·  Corong
·  Jerigen 20 liter CARA PEMBUATAN:
·  Rebus semua bahan kecuali kotoran ternak/Rumen sapi dan air bersih
·  Dinginkan ± 20 jam, Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen
·  Tutup rapat
·  Setiap hari dibuka sebentar untuk membuang gas dan diaduk /kocok-kocok,
·  Setelah 15 hari Micro Organisme Lokal (MOL) siap digunakan CARA APLIKASI:
·  Sebelum digunakan, disaring dulu.
·  Gunakan untuk menyemprot tanah ,Air dengan konsentrasi 1 : 10 (1 liter/tangki).

·  Penyemprotan dilakukan antara 7 - 15 hari sekali mulai sebelum tebar. Dengan aplikasi Micro Organisme Lokal yang rutin, isya alloh akan membantu kita dalam usaha perbaikan biologi tanah dan air untuk budidaya. Semoga tulisan ini bisa memberi sedikit informasi terhadap rekan pembudidaya. 
CARA MENGGANDAKAN PROBIOTIK


Bahan2:
1. EM-4 / sel multi 100-200 cc / ( 2butir Ragi tape + 1botol Yakult ) sebagai STARTER fermentasi ) / bisa juga starter buatan sendiri.
2. Dedak halus .......................1 s/d 2 kg ( dikukus / direbus ) & dinginkan
3. Tetes tebu / gula merah........1/2 s/d 2 liter/ kg ( rebus & dinginkan )
4. Air bersih ...........................20 liter
5. Tambahkan Azzola micropilla secukupnya ( blender jika ada )
6. Nanas ................................1 buah ( blender & ambil airnya ) 
7. Temulawak (curcuma)......1/4 kg (  blender & rebus bersama gula merah & dinginkan ), Berguna untuk menambah nafsu makan ikan sekaligus penguat system imun tubuh ikan lele terhadap penyakit & cuaca extrim.
Cara membuat :
Bahan2 no.1,2,3,4,5,6,7 semuanya dlm keadaan dingin dicampur dalam ember & diaduk homogen (boleh disaring). Kemudian masukkan kedalam jurigen dg kapasitas 30 liter yg bersih & steril lalu tutup rapat - rapat & simpan ditempat gelap selama minimal 7 hari. Selama penyimpanan (fermentasi unaerob) periksa setiap hari sekali. Jika jurigen menggembung buka pelan2 tutupnya sampai uap / gas keluar & tutup rapat kembali. Khusus untuk bahan no ; 5, jika tidak ada g' masalah / bs kita ganti dengan kulit pisang, kacang2-an & masih banyak lg bahan2 lain yg ada disekitar kita yg bs kita manfaatkan untuk menambah nutrisi probiotik.


sumber : 
Dadang Yana Mulyana, 2011, Fungsi Dan Manfaat Probiotik Bagi Perikanan